Pencahayaan


Pencahayaan

Sama halnya dengan thermal, akustik dan lainnya, fungsi pencahayaan dalam sebuah bangunan sangatlah penting untuk diperhatikan bagi seorang aristek.  Tujuan dari pencahayaan dalam sebuah bangunan adalah kenyamanan secara visual, hal ini bertujuan supaya kita bisa melihat benda ataupun orang di sekeliling kita. Tujuan yang lain adalah supaya bangunan lebih artistik. Sebagian besar bangunan didesain secara visual lebih menarik dengan teknik pencahayaan yang artistik. Meskipun pencahayaannya terkadang terlihat gelap, namun secara artistik lebih membuat menarik banyak perhatian. Pengaturan pencahayaan suatu ruangan harus dirancang sesuai dengan kebutuhan atau fungsi ruangan tersebut.

Visual comfort adalah kondisi dimana seseorang merasa nyaman dengan lingkungan visualnya. Di satu sisi untuk mendapatkan kenyamanan visual, kita harus merancang ruangan yang cukup cahaya. Tujuannya supaya kita bisa melihat sekitar kita. Namun di sisi yang lain, sang arsitek bisa membuat pencahayaan yang bercampur2 sehingga menimbulkan “disturbing effect” sehingga nuansa ruangan terlihat indah dan nyaman.

Sumber pencahayaan ada 2 jenis yaitu pencahayaan alami dan pencahayaan buatan. Pencahayaan alami yang paling utama adalah sinar matahari (daylight). Sedangkan pencahayaan buatan yang sering digunakan contohnya lampu. Cahaya yang bisa kita lihat merupakan gelombang elektromagnetik yang memiliki panjang gelombang sekitar 400 nm sampai 700nm.

Pencahayaan Alami

Pencahayaan alami yang paling utama adalah cahaya yang berasal dari matahari. Intensitas iluminasi yang dihasilkan oleh matahari sendiri secara langsung adalah sekitar 50.000 lux dan mungkin bisa lebih tinggi lagi jika dalam keadaan ekstrim. Namun langit pun (sky) merupakan sumber cahaya yang secara tidak langsung dari matahari yang mampu mengiluminasikan cahaya sampai sekitar 40.000 lux. Hal ini disebabkan oleh partikel pada atmosfer bumi terkena radiasi cahaya matahari dihamburkan oleh partikel-partikel tersebut.

Kelemahan dari pencahayaan secara langsung oleh bangunan salah satunya adalah over illumination atau pencahayaannya terlalu berlebih sehingga untuk sebagian aktivitas, misalnya membaca, kita akan merasa tidak nyaman jika diterangi dengan sinar matahari secara langsung. Kelemahan lainnya dari pencahayaan alami dari matahari adalah glare atau menyilaukan. Kelemahan lainnya dari penyinaran dari matahari secara langsung adalah penyinarannya tidak stabil / unbalance luminance around the task.

Namun jika kita cerdik dalam mengatur pencahayaan yang masuk dalam bangunan, maka kita akan mendapatkan iluminasi yang bagus dan nyaman sesuai yang kita inginkan. Ada berbagai macam cara dalam mengatur cahaya yang masuk dalam ruangan. Misalnya dengan mendesain jendela yang direkayasa sedemikian rupa sehingga tidak semua cahaya matahari masuk secara langsung. Jika kita bisa merancang bangunan yang memiliki pencahayaan alami yang baik, maka kita bisa membuat bangunan yang hemat energi karena kita tidak akan membutuhkan lampu pada siang hari jika pencahayaan alami dari matahari saja sudah cukup untuk menerangi meja kerja kita.

Namun sebenarnya pencahayaan alami dari matahari sendiri sangatlah berguna bagi tubuh dan jiwa kita. Cahaya matahari dapat masuk ke dalam rumah sehingga dapat memberikan penerangan yang cukup serta menghangatkan ruangan-ruangan dari rumah tersebut. Cahaya matahari ada kalanya berasal dari barat dan timur, sesuai dengan waktunya. Pemodelan pencahayaan alami bisa dimodelkan atau disimulasikan dengan beberapa software misalnya Ecotec dan dialux.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: